Gypsum dan Semen Putih Memiliki Perbedaan

Perbedaan Jelas Antara Gypsum dan Semen Putih

Sering kita melihat dekorasi indah pada sebuah rumah. Dekorasi yang dibuat di luar ruangan, di langit-langit rumah dan di tempat lainnya merupakan dekorasi hasil karya manusia. Saat kita melihat dekorasi berwarna putih dengan ukiran-ukiran yang indah tentunya kita sudah paham terbuat dari apa dekorasi tersebut bukan? Sebagian dari kita mengira bahwa semua dekorasi itu pasti terbuat dari gypsum atau semen putih. Banyak yang berpikir bahwa semen putih dan gypsum merupakan komponen yang sama. Tahukah anda bahwa yang kita kira selama ini sama itu ternyata berbeda loh?!. Meskipun sekilas tidak ada bedanya, tetapi semen putih dan gypsum memiliki perbedaan masing-masing. Penasaran? yuk kita simak beberapa perbedaan antara semen putih dan gypsum. Sebelum itu, jangan lupa kunjungi website kami untuk melihat partisi ruangan yang kami tawarkan dengan kualitas yang luar biasa!

Gypsum dan Semen Putih Memiliki Perbedaan

Meskipun sama-sama berwarna putih, nyatanya gypsum dan semen putih bukanlah suatu material yang sama. Masing-masing memiliki fungsinya tersendiri sebagai pelengkap dalam desain sebuah bangunan. Sekarang, kita akan membahas apa saja perbedaan antara gypsum dan semen putih yang belum banyak diketahui.

1. Komposisi yang terdapat di dalamnya

Semen Putih

Umumnya semen putih merupakan jenis yang sama dengan semen yang lainnya. Hal yang membedakan hanyalah warna. Semen putih merupakan semen yang komposisi alaminya adalah batuan kapur. Batuan kapur tersebut memiliki kandungan oksida besi dan oksida magnesia yang sangat rendah. Sehingga biasanya semen putih bukan merupakan semen utama dalam pembuatan stuktur bangunan.

Gypsum

Gypsum merupakan salah satu mineral yang memiliki komposisi kalsium yang cukup banyak. Gypsum paling banyak dan sering dijumpai adalah gypsum berjenis hidrat kalsium sulfat atau CaSO4.2H2O. Senyawa tersebut bersama dengan senyawa yang lainnya kemudia mengalami evaporasi di dalam laut dan membentuk batuan anhidrit yang kemudian menjadi cikal bakal gypsum yang digunakan pada dekorasi bangunan.

2. Sifatnya

Semen Putih

Seperti namanya, semen putih memiliki sifat yang tak kalah jauh dengan semen hitam maupun jenis semen lainnya. Pada umumnya, semen putih yang masih berupa bubuk dan dicampurkan dengan air akan bersifat lengket dan mengikat. Semen putih juga merupakan jenis material dekorasi yang lebih kuat.

Gypsum

Gypsum memiliki sifat yang lebih lunak dan pejal. Sifat tersebut yang menjadikan gypsum sangat mudah untuk dibentuk walau dalam keadaan sudah mengeras. Gypsum memilik pecahan yang baik dan tampilan yang lebih mengkilap

3. Kegunaanya

Semen putih

Dilihat dari komposisi dan sifatnya sudah jelas bahwa kegunaan semen putih ialah sebagai perekat. Semen putih biasanya digunakan sebagai perekat antar bata, sebagai isi dari celah nat pada lantai, sebagai acian atau finishing pada sebuah dinding dan yang lainnya. Semen putih biasanya digunakan untuk ekterior karena warnanya yang lebih bagus dan lebih cerah.

Gypsum

Berbeda dengan semen putih, gypsum memiliki kegunaan sebagai bahan pembuatan dekorasi atau pajangan. Gypsum dapat dijadikan sebagai hiasan langit-langit ruangan, dekorasi dinding dan dekorasi lainnya yang bersifat lebih lunak.

Nah itulah tadi beberapa perbedaan-perbedaan yang jelas dan nampak pada gypsum dan semen putih. Sekarang kita telah mengetahui apa saja yang menjadi pembeda antara keduanya. Saat hendak membeli pastikan anda tahu bahwa yang anda beli itu sudah benar, jangan sampai anda bukannya membeli gypsum malah semen putih. Untuk harga partisi gypsum yang baik, anda dapat mengunjungi web kami dan dapatkan penawaran menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *